Belajar Mencintai Seseorang Yang Tidak Sempurna Dengan Cara Yang Sempurna
Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan.Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, itu bukan pilihan, itulah kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, malah dengan segala kekurangannya, itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.
Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, itu adalah pilihan.
Malah ketika kita menyedari bahawa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya, itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpati, tertarik, datang bagai kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu petikan dari filem yang mungkin sangat tepat : “Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil”
Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Malah sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap kembali padamu.
Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak…
Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai tetapi untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.
Simpanlah Keranda Itu
Lelaki tua itu semakin lemah. Kudratnya sudah tiada. Segala sendinya kejang dan lemah. Penyakit demi penyakit bersarang ditubuhnya membuatkan lelaki tua itu tidak mampu lagi untuk berdiri. Setiap hari yang termampu dilakukan hanyalah berbaring dan membilang baki hari yang akan dilaluinya.
Keadaan lelaki tua itu menjengkelkan anaknya. Anak muda itu mengeluh kerana setiap hari sejak beberapa bulan bapanya terlantar, hanya dia seorang sahaja terpaksa berladang dan menjaga binatang-binatang ternakan.
Penat berladang, pulang ke rumah dia terpaksa pula memasak, membasuh, mengemas rumah serta membantu bapanya yang tidak mampu menguruskan diri sendiri. Paling dibenci anak muda itu ialah mengurus kencing berak bapanya, lantaran si ibu sudah beberapa tahun meninggal dunia.
“Ah! Tak guna langsung, menyusahkan saja…” Keluh si anak yang tidak sanggup lagi menanggung beban menguruskan ayahnya. Kesabarannya hilang. Dia tidak mahu menggalas beban itu lebih lama lagi.
Suatu hari si anak membuat satu keranda daripada kayu dan membawanya balik ke rumah. Ketika itu ayahnya sedang tidur. Tanpa melengahkan masa anak muda itu terus mengheret keranda ke bahagian anjung tempat ayahnya sedang berbaring. Perlahan-lahan tubuh tua ayahnya diangkat dan diletakkan ke dalam keranda kayu. Kemudian, ditutupnya keranda itu.
Anak muda itu mengheret keranda tersebut sehinggalah ke tebing sebuah gaung yang dalam dan dipenuhi bongkah batu. Segala-galanya akan berakhir sebentar lagi. Tetapi sewaktu hendak menolak keranda itu ke dalam tebing gaung, tiba-tiba dia terdengar bunyi ketukan yang lemah dari dalam keranda.
Lalu anak muda itu membukanya. Dalam keadaan terbaring lemah, lelaki tua memandang tepat ke dalam mata anaknya. “Ayah tau kau nak tolak ayah dari tebing ini..”Begitu payah si bapa mengeluarkan suaranya.
“Boleh..kau boleh lakukannya tapi…ayah ada satu permintaan..” Sambung lelaki tua itu dengan suara tersekat-sekat menahan sebak di dada. Si anak mengangguk, menyuruh bapanya meneruskan kata-kata.
“Kau boleh tolak ayah dari sini jika kau mahu..tapi simpanlah keranda ini baik-baik sebab anakmu juga akan memerlukan keranda ini suatu masa nanti…” sambung si bapa.
—————————————————-
Moral: Sebagai anak, sudah menjadi tanggungjawab kita untuk menjaga ayah dan emak ketika mereka sudah tua atau memerlukan. Jasa dan pengorbanan mereka sangat besar dan tak terbalas oleh kita. Hargailah mereka dan sayangilah mereka selagi mereka masih hidup…
Ini di buat untuk memberikan penghargaaan kepada seorang ayah, yang juga tidak kalah jasanya dengan seorang ibu.
Kita Dilahirkan
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, kerana seharusnya kita melihat yang ada di depan.
Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun kritikan, dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, semiskin manapun kita, kita tetap kaya. Kerana tidak seorang pun dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut. Kerana mulut tadi adalah senjata yang tajam, yang dapat melukai, memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai, tetapi hangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.
Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahawa hidup ini terasa menjadi lebih indah.
Pulau Sikuai – Padang,,, Surga Dunia di Indonesia
PERNAHKAH anda membayangkan satu tempat menakjubkan seperti surga? Hamparan pasir putih, deretan pepohonan kelapa yang tertata rapi, suasana sejuk, birunya laut, indahnya warna warni ikan dan terumbu karang, hijaunya pepohonan, lezatnya makanan serta asyiknya candaan aneka satwa? Semua keajaiban itu ada dalam satu paket khusus surga dunia di Pulau Sikuai.
Sikuai, satu dari 19 pulau yang termasuk dalam wilayah administratif Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), tepatnya di Kecamatan Bungus Teluk Kabung seluas 38,6 Kilometer persegi atau sekitar 40 hektar.
Sikuai kini dikembangkan menjadi satu objek wisata bahari unggulan di Kota Padang. Pada pulau ini wisatawan bisa melakukan sejumlah aktivitas marina seperti snorkeling, diving, memancing, atau hanya berenang di atas jernihnya laut Pulau Sikuai sambil menikmati indahnya warna-warni biota laut termasuk terumbu karang.
Kawasan pulau itu perpaduan keindahan laut beserta isinya serta damainya pulau dengan hutan yang masih tertata alami tanpa sentuhan tangan-tangan jahil yang merusak.
Wisatawan domestik asal Kota Padang, Afrianita yang berkunjung ke Pulau Sikuai, merasa nikmat berenang di tenangnya air laut Pulau Sikuai. Hanya dengan menyelam pada kedalaman beberapa meter saja, pengunjung telah bisa menikmati keindahan warna warni terumbu karang. Anda seperti berada pada akuarium raksasa dengan ragam keindahan biota laut dengan warna yang menarik. “Tidak perlu menyelam terlalu dalam, saya sudah bisa melihat ikan warna-warni, terumbu karang dan aneka biota laut lainnya,” katanya dengan nada sumringah.
Puas berenang dan menyelam, pengunjung bisa menikmati aktivitas berjalan-jalan di sepanjang pantai berpasir putih bersih sambil mengumpulkan aneka jenis karang mati yang terdapat di kawasan tersebut. Pasir pantai tersebut sangat halus, padat dan bersih dari aneka jenis sampah sehingga sangat menyenangkan berjalan atau berlarian di atasnya.
Bagi para pengumpul karang, tentu aktivitas ini bisa menimbulkan keasyikan tersendiri karena banyak jenis karang unik dengan warna beragam bisa diperoleh untuk dibawa pulang. “Saya mengumpulkan kerang dan pasirnya untuk dibawa pulang dirangkai menjadi hiasan dinding,” kata wisatawan asal Bukittinggi Sri mengaku berkunjung ke pulau impian itu bersama teman-temannya.
Setelah kelelahan mengumpulkan aneka jenis karang dan pasir tersebut, wisatawan bisa menikmati keindahan laut pantai sambil tiduran ditemani semilir angin pantai. Suasana itu terasa sangat damai, karena tidak ada suara bising. Yang ada hanya semilir hembusan angin, gesekan daun kelapa dan deburan ombak menemani tidur siang di pinggir pantai berhawa sejuk itu.
Sore menjelang, puas melakukan aktivitas di pantai, kini saatnya untuk menikmati keindahan daratan Pulai Sikuai, dengan bersepeda atau berjalan kaki menjelajah keliling pulau yang banyak ditumbuhi banyak pepohonan nyiur ini. Berkeliling Pulau Sikuai menyenangkan dan suasananya sangat alami karena begitu banyak pepohonan hijau menghiasi kiri kanan jalannya.
Hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit, pengunjung bisa menyelusuri sekeliling pulau sambil menyaksikan anek jenis hewan khas Sikuai, seperti biawak, monyek, serta ratusan jenis burung dengan warna yang beragam.
Pesona Pulau Sikuai terasa semakin menawan, tentu saja dengan menikmati indahnya warna merah keemasan matahari yang akan tenggelam. Sudut pandang ini terdapat pada satu bukit kecil terdapat di tengah-tengah pulau. Pada bukit itu terdapat beberapa tempat duduk yang dijadikan tempat bersantai sambil menunggu matahari tenggelam dan gelap datang menjelang. Suasana tersebut adalah satu moment yang ditunggu-tunggu para wisatawan yang datang berkunjung pada satu pulau terindah di Sumatera Barat itu.
Bagi yang hobi makan, di pulau ini juga tersedia satu unit restoran yang menyajikan aneka hidangan khas pantai yang tentu saja akan menambah nafsu makan. Pengunjung bisa memesan aneka jenis makanan dan minuman dengan harga terjangkau.
Khusus istirahat di malam hari, juga tersedia, 52 unit bungalow yang terlihat apik dengan desain khusus, yang tentu saja membuat istirahat menjadi lebih nyaman.
-
Terkini
- Belajar Mencintai Seseorang Yang Tidak Sempurna Dengan Cara Yang Sempurna
- Simpanlah Keranda Itu
- Kita Dilahirkan
- Pulau Sikuai – Padang,,, Surga Dunia di Indonesia
- Wisata Selam di Karimun Jawa
- Ibu – Ibu Surabaya Berebut Melahirkan pada 08-08-08
- 56
- TENTANG DELA IDOL
- Dela Idol
- MTV Asia Awards 2008 in Malaysia
- Dari LA Concert JakartaJAM 2008 – One Republic
- Seneng Bangeeeeeeeeeetttt!!!
-
Taut